Tuesday, November 1, 2011

Cara Mencegah Pencurian Pulsa

Saat ini banyak sekali yang melaporkan pencurian pulsa yang dilakukan oleh operator dan content provider. Tapi ini juga tidak akan terjadi kalo kita secara jeli memilih apa content yang diperlukan oleh kita. kalo kita sendiri jeli memilih dan mengetahui mana content2 yang akan menjebak niscaya pencurian pulsa tidak akan terjadi.

Kita tahu bahwa banyak sekali orang yang terjebak oleh operator dan content provider yang mengirim sms kepada hampir seluruh pelanggan operator seperti simpati, indosat, XL, esia, 3 dan lainnya. Kebanyakn dari sms itu menginformasikan bahawa kita berhak mendapatkan hadiah tapi dengan syarat kita harus register melalui nomor-nomor premium yang terdiri dari 4 angka. Setelah kita register kita akan mendapatkan sms tiap hari yang biasanya dipotong dari pulsa kita sebesar 2000. nah disinilah sebenarnya pangkal masalah pencurian pulsa karena kita terlalu bersemangat ketika menerima sms yang mengiming-imingi hadiah yang saya ketahui belum ada seorang pun yang memenagkan hadiah ayng gijanjikan itu, yang ada pulsa kita yang tersedot setiap hari. Ada berbagai cara untuk mengantisipasi pencurian pulsa itu diantaranya:

1. Jangan tertarik dengan iming- iming hadiah melalui sms.
2. Selalu jeli setiap membaca sms dari no premium atau dari no yang tidak kita kenal.
3. Jangan melakukan register ke nomor-nomor yang 4 digit.
4. Jangan mau untuk register ke nomor-nomor tertentu untuk mendapatkan ringtone, games dan lain2 karena anda bisa mendapatkan semua itu dengan cara gratis diinternet.

Bersikap Apa Adanya

Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat, atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila anda kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan terus terang.

Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya. Mengapa ? karena ada detak kehidupan alam disana. Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Anda bisa memilih untuk hidup apa adanya, dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.

Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantar saya ketempat ibuku?

Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah. Melihat itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Bergegas ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimanya. Ia mengambil karangan bunga yang telah dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju kerumah ibunya.